Status Tanggap Darurat Banjir di Denpasar Resmi Dicabut, Pemerintah Fokus ke Pemulihan Hingga Desember
Inews Denpasar- Pemerintah Kota Denpasar resmi mencabut status tanggap darurat banjir yang diberlakukan sejak 10 September 2025 lalu. Keputusan ini diambil setelah kondisi banjir dinilai sudah terkendali dan berbagai titik genangan berhasil ditangani.
Keputusan pencabutan status darurat ini dilakukan setelah Pemkot Denpasar berkoordinasi dengan Gubernur Bali dan BPBD Kota Denpasar. Status transisi dari darurat menuju pemulihan mulai berlaku sejak Rabu (17/9/2025) dan akan berlangsung selama tiga bulan, hingga 17 Desember 2025. Masa pemulihan ini bisa diperpanjang jika situasi di lapangan belum sepenuhnya normal.

Baca Juga : BPBD Bali Ingatkan Warga: Hujan Lebat Tiga Hari, Siaga Banjir dan Longsor!
Fokus Pemulihan di Berbagai Sektor
Wali Kota Denpasar menyampaikan bahwa masa pemulihan akan difokuskan pada perbaikan sektor-sektor vital.
-
Ekonomi: Pemerintah akan membantu UMKM dan pedagang pasar yang terdampak banjir untuk kembali beroperasi.
-
Pendidikan: Sekolah yang sempat terendam akan dibersihkan dan diperbaiki agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal.
-
Infrastruktur: Perbaikan drainase, jalan rusak, dan jembatan kecil menjadi prioritas agar kejadian serupa bisa dicegah.
-
Kesehatan: Layanan kesehatan difokuskan pada kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan balita guna mencegah penyakit pascabanjir.
“Ini adalah fase penting. Kita tidak hanya memulihkan kerusakan fisik, tapi juga memastikan kehidupan warga kembali normal,” ujar perwakilan BPBD Denpasar.
Pencarian Korban Masih Berlanjut
Di sisi lain, Basarnas Bali mengumumkan penghentian pencarian terhadap satu korban banjir, Made Suwitri, yang hilang di kawasan Pasar Kumbasari pada 10 September lalu. Upaya pencarian sudah dilakukan secara maksimal, namun hasilnya nihil.
Meski demikian, tim SAR masih terus mencari tiga korban hilang lainnya yang merupakan satu keluarga di Kabupaten Badung. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai, memeriksa muara, dan memantau area pesisir.
“Kami tetap berkomitmen melanjutkan pencarian sampai ada kepastian. Tim SAR masih bekerja bersama relawan dan aparat setempat,” kata Kepala Basarnas Bali.
Warga Diminta Tetap Waspada
Pemkot Denpasar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi hujan deras di bulan-bulan mendatang. Warga diminta aktif membersihkan saluran air di lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, dan segera melaporkan jika ada potensi genangan.
“Kita semua harus belajar dari kejadian ini. Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci agar kerugian bisa diminimalkan,” tegas Wali Kota.
Dengan berakhirnya status tanggap darurat dan dimulainya masa pemulihan, Pemerintah Kota Denpasar berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergotong royong memperbaiki kondisi pascabanjir. Targetnya, menjelang akhir tahun 2025, Denpasar sudah kembali pulih dan siap menghadapi musim hujan berikutnya.
















