Ngabuburit Sambil Konsultasi Pemerintah Kota Surabaya sebagai upaya mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas.
Inews Denpasar – Ngabuburit Sambil Konsultasi Di tengah keramaian bazar kuliner dan produk kreatif, stan layanan perizinan tampak dipadati pengunjung yang ingin mengetahui proses pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga izin edar produk.
Ngabuburit Lebih Produktif
Biasanya waktu menjelang berbuka diisi dengan berburu makanan atau sekadar bersantai. Namun di Ramadhan Vaganza, masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk hal yang lebih produktif. Sambil menunggu azan Magrib, pelaku UMKM berkonsultasi langsung dengan petugas terkait prosedur dan kelengkapan dokumen usaha.
Petugas dari dinas terkait memberikan pendampingan langkah demi langkah, mulai dari pendaftaran online hingga penjelasan persyaratan teknis. Bahkan, beberapa pelaku usaha langsung dibantu membuat akun dan memproses pengajuan izin di lokasi acara.
Baca Juga: Wamendagri Minta Gubernur Kaltim Kaji Ulang Mobil Dinas Rp 8,5 M
Dorong UMKM Naik Kelas
Pemerintah Kota Surabaya menilai masih banyak pelaku usaha yang belum memiliki legalitas resmi karena keterbatasan informasi atau merasa prosesnya rumit. Melalui pendekatan jemput bola seperti ini, diharapkan hambatan tersebut dapat diatasi.
Legalitas usaha dinilai penting agar produk UMKM bisa masuk pasar yang lebih luas, termasuk ritel modern dan platform digital. Selain itu, usaha yang terdaftar resmi lebih mudah mengakses pembiayaan perbankan dan program bantuan pemerintah.
Kolaborasi dan Edukasi
Ramadhan Vaganza bukan hanya tentang bazar dan hiburan religi, tetapi juga sarana edukasi kewirausahaan. Sejumlah sesi talkshow turut digelar, membahas strategi pemasaran digital, pengemasan produk, hingga manajemen keuangan sederhana bagi UMKM.
Kehadiran layanan konsultasi ini menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat dikemas dengan sentuhan pemberdayaan ekonomi. Antusiasme warga menunjukkan bahwa konsep ngabuburit produktif mendapat respons positif.
Ngabuburit Sambil Konsultasi Harapan Berkelanjutan
Pemkot berharap layanan seperti ini tidak berhenti di bulan Ramadan saja. Ke depan, konsultasi legalitas usaha di ruang-ruang publik akan terus diperluas agar semakin banyak pelaku UMKM terfasilitasi.
















